Monday, 5 June 2017

Misteri Baru Lubang Raksasa di Permukaan Planet Merah


Sebuah gambar terbaru yang dikirim instrumen pencitraan NASA, Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) memperlihatkan salah satu permukaan Mars yang berlubang di kawasan kutub selatan planet. Janggalnya, dari banyaknya lubang yang bertengger di permukaan, ada satu lubang yang cukup mengundang pertanyaan.

Lubang tersebut, sebagaimana dilansir Science Alert, Senin (5/6/2017), memiliki ukuran yang lebih besar ketimbang lubang lainnya. Begitu pun dengan kedalamannya. Jika dilihat lebih dekat, kedalaman lubang memiliki cairan. Para ilmuwan NASA menyebut, lubang itu diyakini terbentuk dari batu meteorit yang runtuh akibat dari lahar aktivitas vulkanik. Mereka menamai kawasan ini dengan julukan "wilayah Keju Swiss", karena memiliki pola lubang yang sama dengan keju Swiss.

"Lahar menyebar ke kawasan kutub utara, di mana tidak terkena cahaya Matahari secara menyeluruh. Akibatnya, lahar dan senyawa karbon dioksida membeku dan membentuk pola berlubang," kata salah satu ilmuwan NASA.

Saat ini, tim peneliti masih menginvestigasi dari mana awal mula lubang paling dalam itu bisa terbentuk. Hingga kini, belum pernah ada lubang sedalam itu yang pernah ditemui NASA. "Kami yakin, kandungan air yang ada di dalam lubang itu adalah es lahar yang mencair," ia melanjutkan.

Sebagai informasi, gambar ini diambil dengan menggunakan kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) MRO. Instrumen tersebut membantu para ilmuwan meneliti objek di Mars, lebih besar dalam jarak 200 hingga 400 kilometer (sekitar 125 hingga 250 mil) dari permukaan planet.

MRO sendiri sudah berada di orbit Mars sejak Maret 2016. Tugasnya adalah mengirim gambar detil dari planet Merah yang memperlihatkan perubahan lingkungan planet yang tergolong ekstrem.

sumber:liputan6

Tuesday, 30 May 2017

Puluhan Mahasiswa Yogya Gelar Aksi Peringati Hari Lahir Pancasila

Sekelompok mahasiswa di Yogyakarta menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Dengan menggunakan pakaian tradisional, mereka menyerukan beberapa tuntutan terkait ancaman radikalisme di dunia pendidikan.

"Kami merasakan kurikulum di kampus tidak cukup untuk menangkal radikalisme di kampus," ujar Koordinator Umum Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (BEM DIY), Nur Fatah kepada wartawan di Persimpangan Tugu, Yogyakarta, Selasa (30/5/2017).

Beberapa maklumat yang mereka serukan salah satunya adalah agar pemerintah turun tangan langsung ke kampus dan lembaga pendidikan lainnya untuk mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme.

"Meminta pemerintah untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia dengan memasukkan nilai-nilai kebangsaan dan Ideologi Pancasila secara masif dalam kurikulum pendidikan nasional," imbuhnya.

Tak hanya itu mereka menuntut Pemerintah untuk memberantas radikalisme dengan mempercepat kesejahteraan rakyat dengan memastikan sistem Pemerintah dan berkeadilan.

Selanjutnya, Pemerintah diminta untuk bertindak tegas terhadap segala bentuk gerakan-gerakan yang dapat memecah belah NKRI dan merongrong Pancasila.

"Forum BEM DIY menyerukan kepada setiap elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dan mengawal Pancasila sebagai ideologi bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika," pungkasnya. 

sumber:detik

Siapa Zaha Hadid yang Jadi Google Doodle Hari Ini?

Mesin pencari Google hari ini, Rabu (31/5/2017), dihiasi doodle yang memperlihatkan seorang perempuan berkulit sawo matang. Ia berada di samping bangunan dengan cita rasa arsitektur kelas atas.

Ilustrasi perempuan itu tak lain adalah Zaha Hadid. Ia merupakan arsitek Britania kelahiran Irak. Lantas apa spesialnya sehingga Zaha Hadid dijadikan doodle oleh Google?

Zaha Hadid merupakan perempuan sekaligus Muslim pertama yang meraih penghargaan Pritzker, yakni penghargaan paling bergengsi untuk seorang arsitek. Ia meraihnya pada 2004 lalu.
Tak cuma itu penghargaan bergengsi yang ia peroleh. Pada 2010 dan 2011, Zaha Hadid meraih penghargaan Stirling yang bergengsi. Beberapa tahun setelahnya, pada 2015, ia mendapat Dame Commander of the Order of the British Empire.

Zaha Hadid menjadi perempuan pertama yang diberi penghargaan RIBA Gold Medal. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Kerajaan Inggris.

Jika masih hidup, Zaha Hadid genap berusia 67 tahun hari ini. Namun, ia sudah menutup usia pada Maret 2016 lalu. Salah satu karyanya yang paling ikonik adalah Guangzhou Opera House yang muncul sebagai doodle Google di laman mesin pencari.

Beberapa karya legendaris Zaha Hadid lainnya adalah Riverside Museum di Skotlandia, Vitra Fire Station di Jerman, Ordrupgaard Extension di Kopenhagen, Phaeno Science Centre di Wolfsburg, Hungerburgbahn di Innsbruck, Dongdaemun Design Plaza di Seoul, Pierresvives di Montpellier, MAXXI National Museum di Roma, serta Heydar Aliyev Center di Azerbaijan.

sumber:kompas

Tuesday, 23 May 2017

Indonesia Digulung India di Piala Sudirman, Ini Penyebabnya

Tim Indonesia mengakui faktor partai pertama menjadi penentu jalannya pertandingan Indonesia versus India yang berakhir dengan kekalahan tim Merah Putih 1-4.

"Tadi jelas harusnya ujung tombak kita adalah ganda campuran yaitu Tontowi Ahmad/Gloria Emanuelle Wijaya. Jika pertandingan itu lepas, ya kita gulung tikar sama India. Saya di situ tanggung jawab," kata pelatih nomor ganda campuran Richard Mainaky di Carrara Sport and Leisure Centre, Australia, Selasa.

Di antara pemain ganda campuran yang ada, yaitu Tontowi/Gloria dan Praveen Jordan/Debby Susanto, Indonesia memang memasang Tontowi/Gloria untuk bertarung dengan Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa di partai pembuka yang berakhir dengan skor 20-22, 21-17, 19-21 untuk keunggulan pasangan India.

"Pemilihan itu memang yang dianggap paling siap oleh tim pelatih dan manajer, namun sayang pada poin-poin kritis banyak melakukan kesalahan sendiri, namun untuk Gloria saya lihat mainnya oke," ujar Richard.

Hal senada diungkapkan oleh pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi yang turun mendampingi Tontowi/Gloria bersama Richard, mengatakan pasangan tersebut tampil di bawah performa asli mereka.

"Yang harusnya jawab memang seharusnya Richard, namun memang mereka tampil di bawah performa asli mereka, tampil terburu-buru, terlalu tergesa-gesa dan malah membuat kesalahan sendiri," ujar Herry.

sumber:suara.com

Livery Baru Bikin Jet Darat Haas Lebih Terlihat

Tim balap Formula1, Haas, meluncurkan livery baru untuk jet daratnya. Mobil ini akan debut mulai pekan depan di Grand Prix Monaco, dan akan dipakai sepanjang sisa musim 2017. Tim balap asal Amerika Serikat (AS) yang debut pada tahun lalu ini memperkenalkan warna abu-abu yang lebih pekat di sekujur panel bodi.

Warna ini menggantikan hampir semua bagian merah pada versi sebelumnya, termasuk di bagian "hidung" dan sayap belakang. Warna merah hanya jadi latar logo tim persis di depan kokpit pengendara. Logo Haas lain yang ada di sayap belakang, kini berwarna putih dengan latar abu-abu.

Kepala tim Haas, Gunther Steiner, mengatakan bahwa perubahan ini dilakukan karena ada persyaratan untuk meningkatkan visibilitas. Warna yang lebih pekat dirasa lebih sesuai. Abu-abu yang kemarin dipakai terlalu samar dengan aspal.

Livery jet darat baru ini juga mengikuti aturan baru soal nomor pengemudi, yang sekarang harus bisa dilihat dari bagian depan mobil. Harus ada juga nomor atau singkatan tiga huruf pengemudi yang diletakkan di sisi mobil.
"(Livery) ini sekarang akan dipakai untuk sepanjang tahun. Pengubahan ukuran angka dan posisi, kami pikir membuat mobil sedikit lebih terlihat jelas," ujarnya.

sumber:liputan6