Sebuah riset baru menunjukkan
karyawan di Asia tidak bahagia dalam pekerjaannya. Bahkan, angkanya di bawah
angka rata-rata dunia.
Dilansir dari CNBC, Selasa 14
Februari 2017, sebuah perusahaan konsultasi sumber daya manusia (SDM),
TinyPulse, menunjukkan 28 persen karyawan di Asia bahagia dengan pekerjaannya.
Sedangkan di global ada 30 persen.
“ Tidak ada perbedaan yang besar.
Itu menunjukkan bahwa mayoritas karyawan, baik di Asia maupun dunia, tidak
bahagia dengan pekerjaannya,” kata Communication Manager Tiny Pulse, Ketti
Salemme.
Menurut laporan “ 2017 Employee
Engagement Report”, perusahaan ini mengumpulkan seribu perusahaan.
Responsnya bervariasi dari
pertanyaan. Apakah pekerja bisa membaca visi organisasi, misi perusahaan, dan
budaya kerja. Hasilnya, 54 persen karyawan di Asia bisa menanganinya dan angka
ini di atas angka rata-rata dunia yang sebesar 32,5 persen.
Tapi, satu hal yang buruk di
dunia kerja di Asia adalah masalah komunikasi. Menurut TinyPulse, ada 40 persen
karyawan yang memberikan nilai 9-10 untuk komunikasi dengan atasan, lebih
rendah 15 persen dari angka global yang sebesar 55 persen.
Artinya, sebagian besar hubungan
komunikasi karyawan dengan atasan itu buruk.
Selain itu, faktor hubungan
dengan klien atau konsumen juga membuat karyawan merasa tidak bahagia dengan
pekerjaannya. Faktor tersebut juga membuat kinerja karyawan menjadi tidak
optimal.
“ Kurangnya kunjungan dan
interaksi dengan konsumen adalah alasan utama kinerja yang buruk,” berikut
adalah salah satu respons dari responden.

0 comments:
Post a Comment